|
Tujuan dari pembuatan peta panorama ini adalah untuk menggambarkan
keadaan suatu daerah dengan range atau sudut pandang tertentu.
Peralatan yang perlu dipersiapkan dalam
pembuatan peta panorama ini adalah :
1.
Pensil Teknik 2B
2.
Penggaris panjang
3.
Kertas buffalo
4.
Kompas bidik
5.
Meja kerja
Yang harus diperhatikan dalam pembuatan peta
panorama ini adalah :
1. Arah Pandang atau
Sudut Pandang
Batas sudut pandang yang diberikan dalam pembuatan peta panorama dapat berupa
satu sudut atau dua sudut sebagai arah untuk penggambaran panorama atau
pemandangannya. Untuk dua sudut pandang tidak akan menjadi masalah yang
berarti karena kita tinggal membidik sudut yang telah ditetapkan tersebut
untuk batas penggambaran panorama. Untuk satu sudut pandang maka untuk
menentukan batas sudut pandang yang akan kita gunakan untuk menggambar
panorama kita harus menambahkan sudut tersebut dengan 30 untuk daerah
kanan dan mengurangi sudut tersebut dengan 30 untuk daerah kiri.
Kemudian baru menggambar peta panoramanya.
2. Penggambaran Batas
Daerah
Setelah diketahui batas daerah yang akan digambar, maka langkah selanjutnya
adalah membuat sket batas daerah satu dengan daerah lainnya, antara satu
perbukitan dengan perbukitan atau perumahan dan lain sebagainya. Untuk
penggambaran sket ini dibuat setipis mungkin karena hanya untuk pembatas
dalam pembatas dalam penafsiran nanti.
3. Pembuatan Arsiran
Untuk pembuatan arsiran ini merupakan tahapan penting dalam membuat peta
panorama. Yang perlu diperhatikan adalah untuk daerah yang dekat dengan
pandangan kita maka arsirannya dibuat berdekatan sekali, demikian seterusnya sampai pada daerah
terjauh atau lapis paling atas dibuat renggang. Arsiran horisontal
dipergunakan untuk daerah lautan, arsiran tegak atau vertikal untuk gunung,
sedangkan untuk daerah yang landai (seperti perumahan, pepohonan) maka
arsirannya dibuat agak miring (mendekati horisontal), untuk daerah yang agak
curam (seperti perbukitan atau jurang terjal) maka arsiran dibuat miring
mendekati tegak.
4. Pembuatan Arah
Utara
Arah
utara ini diperlukan untuk mengetahui posisi menggambar kita dan juga
sekaligus sebagai koreksi apakah arah yang digambar itu sudah benar. Biasanya
arah utara dibuat pada posisi pojok kiri atas dengan gambar anak panah dan
arahnya disesuaikan dengan arah kompas
5. Penulisan Sudut Batas dan
Keterangan Batas
Untuk sudut pandang sebelah kiri dan kanan hendaknya dicantumkan sekaligus
dengan keterangan gambar yang sesuai dengan keadaan kemudian jangan lupa
untuk memberikan penomeran pada masing-masing daerah sehingga mempermudah
untuk pemberian keterangan nantinya.
|
Scout Pramuka
Peta Panorama
Label:
PETA PRAMUKA
Sabtu, 22 Februari 2014
SEJARAH LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA
“Indonesia Raya” sebelum 17 Agustus 1945.
1. Lagu “Indonesia Raya” adalah
gubahan komponis Muda Indonesia bernama Wage Rudolph Soepratman.
2. Almarhum Wage Rudolph Soepratman
adalah seorang guru dan juga pernah menjadi wartawan surat kabar “Kaoem Moeda”
dan pengarang buku. Sejak kecil Soepratman gemar sekali bermain biola.
3. Wage Rudolph Soepratman adalah
putra seorang sersan Instruktur Mas Senen Sastrosoehardjo. Soepratman
dilahirkan di Jatinegara pada tanggal 9 Maret 1903 dan meninggal dunia pada
malam selasa tanggal 16 Agustus di Surabaya.
4. Semangat nasional telah mengisi
seluruh jiwa Soepratman pada waktu itu. Semangat yang berwujud kemauan ingin
menciptakan Lagu Kebangsaan. Akhirnya ia dapat menciptakan Lagu Indonesia Raya.
1. Lagu Indonesia Raya tiu dipersembahkan oleh Soepratman
kepada masyarakat di dalam konggers Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 di
Gedung Indonesiche Club, Jln.Kramat 106 Jakarta. Lagu Indonesia Raya untuk
pertama kali diperdengarkan dalam Konggres itu sesuai pula dengan semangat
Persatuan Pemuda yang menyala-nyala pada waktu itu, maka ketika Lagu Indonesia
Raya diperkenalkan kepada peserta konggres, dengan serta merta lagu itu
mendapat sambutan yang hangat sekali.
2. Sejak tiu pada tiap-tiap pertemuan Pemuda Indonesia
selalu dibuka dan ditutup dengan Lagu Indonesia Raya. Semua Organisasi Rakyat
Indonesia, Partai Politik, Organisasi Pemuda, Wanita, Kepanduan (Kepramukaan),
seluruh rakyat Indonesia yang sadar, mengakui lagu Indonesia Raya sebagai Lagu
Kebangsaan.
3. Pada jaman penjajahan, Lagu Indonesia Raya sering
dilarang, dihalang-halangi oleh Pemerintahan Kolonial Belanda oleh suatu ketika
Pemerintah Jepang di Indonesia. Pemerintah Belanda telah pula meminta agar
kata-kata dalam lagu Indonesia Raya diubah. Akan tetapi berkat semangat
perjuangan dan Peraturan Rakyat dan Pemuda Indonesia segala rintangan itu dpata
dilenyapkan
“Indonesia Raya” setelah 17 Agustus
1945.
1. Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17
Agustus 1945, Lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan. Lagu
Kebangsaan Indonesia Raya selama perang Kemerdekaan telah merupakan sublimasi
pengorbanan perjuangan rakyat dan Pemuda Indonesia untuk mengusir penjajah dan
mempertahankan serta menegakkan Kemerdekaan.
Dalam Undang-Undang
Dasar sementara Republik Indonesia tahun 1950 pasal 3 ayat 2 Lagu Indonesia
Raya ditetapkan dengan resmi sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia.SEJARAH LAGU KEBANGSAAN INDONESIA
Setiap bangsa di dunia ini memiliki
lagu kebangsaannya. Lagu kebangsaan itu bukanlah sekedar merupakan lagu untuk
keindahan belaka, tetapi merupakan ungkapan dan cetusan cita-cita nasional
bangsa yang bersangkutan. Ia merupakan sublimasi api perjuangan bangsa dalam
mencapai cita-cita nasional dan mempertahankan kemerdekaan dan kehormatan
bangsa.
a. Setiap bangsa gembira,
bersemangat dan bangga apabila mendengar lagu kebangsaannya dinyatakan dan
didengungkan dan mereka menghormatinya dengan khidmat.
b. Suatu insiden antara dua bangsa
akan terjadi apabila suatu bangsa mempermainkan atau menghina lagu kebangsaan
bangsa lain. Penghinaan terhadap suatu lagu kebangsaan dirasakan sebagai penghinaan
terhadap bangsa pemilik lagu kebangsaan itu. Dalam hubungan internasional
antara bangsa-bangsa di dunia, maka setiap bangsa berkewajiban untuk
menghormati bangsa lain.
c. Lagu kebangsaan Indonesia Raya
adalah milik bangsa Indonesia. “Indonesia Raya” merupakan ungkapan dan cetusan
cita-cita nasional bangsa Indonesia. Ia merupakan sublimasi api perjuangan
bangsa Indonesia dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan dan Negara
Indonesia. Ia merupakan pula pemersatu bangsa dan tekad bangsa Indonesia.
d. “Indonesia Raya” yang
berkumandang di seluruh pelosok tanah air Indonesia selama perang kemerdekaan
di Indonesia, telah mengorbankan semangat dan keberanian rakyat dan pemuda
Indonesia untuk bertempur sampai titik darah penghabisan dalam mempertahankan dan
menegakkan kemerdekaan, meskipun mereka hanya menggunakan bambung runcing untuk
melawan tentara colonial yang bersenjata modern. Oleh karena itu bagi bangsa
Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan bendera kebangsaan Sang Merah
Putih adalah kehormatan bangsa dan Negara Indonesia.
e.. Gerakan Pramuka mempunyai tugas
untuk menjadikan setiap Pramuka Indonesia sebagai patriot bangsa yang sanggup
dan berani mempertahankan serta mempunyai rasa hormat yang tinggi terhadap lagu
kebangsaan Indonesia Raya.
f.. Oleh karena itu, kepada setiap
Pramuka Indonesia harus ditanamkan dan ditumbuhkan rasa cinta dan rasa hormat
terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya. Untuk itu, maka setiap Pramuka
Indonesia harus mengetahui dan menghayati arti dan sejarah lagu kebangsaan Indonesia
Raya dalam perjuangan bangsa Indonesia merebut, mempertahankan dan mengisi
kemerdekaan. Setai Pramuka harus mampu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya dengan benar dan baik serta memiliki rasa hormat terhadapnya.
g. Tugas Pembina Pramuka antara lain
adalah untuk membina setiap Pramuka menjadi patriot yang memiliki rasa hormat
kepada dan kesanggupan berkorban demi abadinya Lgu Kebangsaan Indonesia Raya di
bumi Indonesia.
h. Untuk suksesnya tugas itu, maka
setiap Pembina Pramuka pertama-tama harus menjadikan dirinya sebagai patriot
yang memiliki rasa hormat kepada dan kesanggupan berkorban demi abadinya Lagu
Kebangsaan Indonesia Raya di bumi Indonesia. Dia adalah contoh hidup bagi
setiap pramuka.
i. Uraian tentang Lagu Kebangsaan
Indonesia Raya beserta sejarahnya ini hanya sekedar pegangan bagi para Pembina
Pramuka dalam melaksanakan tugasnya. Namun demikian, setiap Pembina Pramuka
berkewajiban untuk berusaha mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan Lagu
kebangsaan Indonesia Raya.
BAGAIMANA CARANYA MENJADI ANGGOTA GERAKAN PRAMUKA
Menjadi anggota Gerakan Pramuka caranya sangat mudah dan secara umum
melalui tahapan sebagai berikut :
Menjadi Pramuka Penggalang
Dari Pramuka Siaga dalam satu Gugusdepan.
Setelah dilepas dari Perindukan, ia diantar oleh
Pembinanya diserahkan kepada Pembina Penggalang melalui Upacara. Setelah
diterima ditempatkan di suatu regu dengan status sebagai Tamu.
1. Setelah
berhasil lulus menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum. Penggalang Ramu, ia
dilantik oleh Pembinanya dalam suatu Upacara dengan mengucapakan janji Tri
Satya dan disemati dengan Tanda Tutup Kepala Penggalang, Tanda Kecakapan Umum Penggalang
Ramu serta mendapat Kartu Tanda Anggota berstatus Pramuka Penggalang.
2. Selanjutnya ia berhak meningkatkan kecakapan umumnya dan meraih kecakapan
khusus sebanyak-banyaknya serta
mengikuti berbagai kegiatan Pramuka Penggalang sampai batas usia Penggalang
berakhir.
Dari Pramuka Penggalang dalam satu Gugusdepan .
Menyerahkan
surat keterangan pindah dari Gugusdepannya.
1. Diterima dalam suatu upacara ditempatkan dalam suatu regu berstatus sebagai
Tamu.
2.
Mengikuti latihan dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat
Penggalang Ramu . Pakaian yang dikenakan yaitu boleh memakai seragam pada saat
menjadi Pramuka Siaga status sebagai calon Penggalang Ramu.
3. Setelah
berhasil lulus menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Penggalang Ramu, ia dilantik
oleh Pembinanya dalam suatu upacara dengan mengucapkan janji Tri Satya dan
disemati Tanda Tutup Kepala Penggalang Kecakapan Umum Penggalang Ramu serta
mendapat Kartu Tanda Anggota berstatus Pramuka Penggalang.
4. Selanjutnya ia berhak meningkatkan Kecakapan umumnya dan meraih kecakapan
khusus sebanyak-banyaknya serta mengikuti sebagai kegiatan Pramuka penggalang
sampai batas usia penggalang berakhir.
Dari anak Remaja yang belum pernah menjadi pramuka
Siaga.
Datang ke Gugusdepan dan menyatakan minat menjadi
Pramuka.
Diterima dan ditempatkan di pasukan dengan status
Tamu.
Mengikuti latihan rutin di pasukan dan menyelesaikan
Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penggalang Ramu serta berstatus sebagai calon
Penggalang Ramu. Pakaian bebas rapi dan apabila memakai seragam pramuka belum
boleh mengenakan tutup kepala, setangan leher dan tanda pelantikan.
Bila berhasil menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum
Ramu, ia akan dilantik oleh Pembinanya melalui Upacara. Mengucapakan janji Tri
Satya dan setelah itu disemati Tanda Pelantikan, Tanda Kecakapan Umum, tutup
kepala dan setangan leher. Ia telah syah menjadi anggota Gerakan Pramuka
kelompok peserta didik dan akan mendapat Kartu Tanda Anggota (KTA).Selanjutnya
ia wajib meningkatkan kecakapan umum di atasnya dan meraih kecakapan khusus
sebanyak-banyaknya serta mengikuti berbagai kegiatan penggalang sampai batas
usia penggalang berakhir.
Pramuka Penggalang yang usianya lebih dari 15 tahun
oleh pembinanya akan dilepas dalam suatu upacara dan pindah ke golongan Pramuka
Penegak.
Pramuka Penggalang yang usianya lebih dari 15 tahun
oleh pembinanya akan dilepas dalam suatu upacara dan pindah ke golongan Pramuka
Penegak.
Metode Kepramukaan
Adalah suatu cara memberikan pendidikan watak
kepada peserta didik melalui kegiatan kepramukaan. Pendidikan kepramukaan
merupakan proses belajar mandiri yang progresif bagi kaum muda untuk
mengembangkan diri pribadi seutuhnya, meliputi aspek mental, moral, spiritual,
emosional, sosial, intelektual dan fisik, baik bagi individu maupun sebagai
anggota masyarakat maka dibutuhkan suatu Metoda /ketentuan khusus yang kita
sebut Metoda Kepramukaan.
Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip
Dasar Kepramukaan yang keterkaitanya keduanya terletak pada pelaksanaan Kode
Kehormatan Pramuka. PDK (Prinsip Dasar Kepramukaan) dan MK (Metode Kepramukaan
) harus dilaksanakan secara terpadu, keduanya harus berjalan seimbang dan
saling melengkapi. Setiap unsur pada Metode Kepramukaan merupakan subsistem
tersendiri yang memiliki fungsi pendidikan spesifik, yang secara bersama-sama
dan keseluruhan saling memperkuat dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan
kepramukaan.
Metode kepramukaan merupakan salah cara belajar
interaktif progresif melalui:
a. Pengamalan
Kode Kehormatan Pramuka.
b.
Belajar sambil melakukan.
c. Sistem
beregu.
d. Kegiatan
yang menantang dan menarik serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan
perkembangan rohani dan jasmani anggota muda.
e. Kegiatan di
alam terbuka.
f.
Kemitraan
dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan.
g. Sistem tanda
kecakapan.
h. Sistem
satuan terpisah untuk putra dan untuk putri.
i.
Kiasan dasar.
Kesimpulan :
a. PDK
dan MK merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain.
b. PDK
dan MK merupaka dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam
setiap kegiatan.
c. PDK
dan MK dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan situasi dan kondisi
masyarakat.
PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN
Pendidikan kepramukaan adalah proses pendidikan yang
praktis, di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga yang
dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik,menantang,
menyenangkan, sehat, teratur dan terarah dengan menerapkan Prinsip Dasar
kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya adalah terbentuknya
watak kepribadian dan akhlak mulia.
Gerakan Pramuka mendidik kaum muda Indonesia dengan
Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya
diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat
Indonesia agar menjadi manusia Indonesia yang lebih baik, dan anggota
masyarakat Indonesia yang berguna bagi pembangunan bangsa dan negara.
Prinsip Dasar Kepramukaan
(1)
Prinsip
Dasar Kepramukaan adalah:
a.
Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.
Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya.
c. Peduli
terhadap diri pribadi.
d. Taat kepada
Kode Kehormatan Pramuka.
(2)
Prinsip dasar kepramukaan sebagai norma hidup sebagai anggota Gerakan Pramuka,
ditanamkan dan ditumbuhkembangkan kepada setiap peserta didik melalui proses
penghayatan oleh dan untuk diri pribadi dengan bantuan para Pembina, sehingga
pelaksanaan dan pengalamannya dapat dilakukan dengan inisiatif sendiri, penuh
kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik
sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
(3)
Pada hakekatnya anggota Gerakan Pramuka wajib menerima Prisip Dasar
Kepramukaan, dalam arti:
a. Menaati
perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi laranganNya serta beribadah sesuai
tata cara dari agama yang dipeluknya.
b.
Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial,
memperkokoh persatuan, serta menerima kebinekaan dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
c. Memerlukan
lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang dan memberikan
kenyamanan dan kesejahteraan hidup dan karenanya setiap anggota Gerakan Pramuka
wajib peduli terhadap lingkungan hidup dengan cara menjaga, memelihara dan
menciptakan kondisi yang lebih baik.
d. Mengakui
bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama berdasarkan prinsip
peri-kemanusiaan yang adil dan beradab dengan makhluk lain ciptaan Tuhan,
khususnya dengan sesama manusia.
e. Memahami
prinsip diri pribadi untuk dikembangkan dengan cerdas guna kepentingan masa
depan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
SALAM PRAMUKA
Salam
(Penghormatan) wajib dilakukan bagi semua anggota Pramuka.
Salam adalah
suatu perwujudan dari penghargaan seseorang kepada orang lain atau dasar tata
susila yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Fungsi
Salam Pramuka.
Salam untuk
melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke
dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling
menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh
keikhlasan.
Dalam
menyampaikan salam, baik yang memakai topi atau tidak, adalah sama yaitu dengan
cara melakukan gerakan penghormatan.
Salam
Pramuka digolongkan menjadi 3 macam :
1. Salam Biasa.
Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota
Pramuka.
2.Salam Hormat.
Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau
sesuatu yang kedudukannya lebih tinggi.
Untuk Salam hormat diberikan kepada :
1. Bendera kebangsaan ketika dalam Upacara.
2. Jenasah yang sedang lewat atau akan dimakamkan.
3. Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta besar, para menteri dan pejabat lainnya.
4. Lagu Kebangsaan.
3.Salam Janji.
Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka
yang sedang dilantik (Dalam pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi Satya)
Tanda-tanda lain apabila cuaca akan buruk
1.
Kucing akan duduk membelakangi api sambil mengusap-usap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi dengan mulutnya.
2. Bila anjing
menggali tanah atau menyembunyikan tulangnya.
3. Burung-burung
membasahi bulunya dengan paruhnya.
4. Bila bau bunga
tercium semerbak sekali.
5. Burung-burung
laut terbang menuju daratan.
Dengan mengenali tanda tanda alam dan sekitar kita,
akan terasa jadi lebih dekat dan nyaman sekaligus menikmati alam ciptaan Tuhan
. Semoga bermanfaat di suatu hari nanti. TANDA – TANDA ALAM
Pramuka adalah juga pecinta alam lalu saking cintanya
maka harus mengenal tentang alam dan tanda-tandanya. Berikut pengenalan
alam sekitar kita yang sering kita temui saat berkemah :
1.
Kabut
Kabut tipis dan rata membumbung tinggi ke atas berarti
kurangnya uap air di udara dan brtanda cuaca akan selalu baik.Cuaca terang
benderang pada pagi hari bertanda buruk pada hari itu, apabila kemarin ada
hujan.Langit yang ditutupi awan kemudian mulai terang pada pagi hari bertanda
cuaca baik.Apabila ada kabut di atas lembah pada pagi hari bertanda cuaca baik,
sedang di gunung akan turun hujan.
2. Awan
Apabila langit diliputi awan yang tebal dan gelap
berarti akan turun hujan yang deras.
3. Matahari
Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi
garis-garis awan yang kehitaman bertanda ada hujan, apabila berwarna bersih dan
terang dan bertanda hari baik. Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan
yang terang bertanda cuaca baik, apabila warna merah dicampuri garis
kekuning-kuningan bertanda hujan lebat.
Apabila matahari terbenam dengan warna
kekuning-kuningan/orange bertanda ada hujan, apabila dengan warna merah muda
atau kekuning-kuningan bertanda baik, warna merah pada matahari terbenam
berarti akan ada angin yang cukup kencang.
4. Bintang
Apabila pada malam hari bintang di langit kelihatan
terang sekali, maka pada malam itu cuaca akan baik, sedangkan bila nampak suram
bertanda cuaca kurang baik/buruk.
5. Bulan
Apabila terlihat terang dan bersinar berarti cuaca
baik, tapi bila bulan diliputi awan yang gelap berarti hujan akan turun.
Apabila ada lingkaran putih (halo) yang melingkari
bulan berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari itu.
6. Binatang
Apabila kita perhatikan naluri binatang dengan
seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca maka, kita akan tercengang atas
keganjilan-keganjilan yang dilakukannya dengan cara mereka, antara lain :
1). Laba-laba
Akan bersembunyi bila cuaca akan buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya
apabila cuaca baik.
2). Semut
Akan tetap di dalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila mereka keluar
dan berjalan mondar- mandir bertanda cuaca akan tetap baik.
3). Lebah
Dengan melihat sarangnya; pada cuaca baik, mereka
berterbangan jauh dari sarangnya/peternakan.
4). Lalat
Apabila akan turun hujan mereka akan hinggap di tembok/dinding,
sedangkan pada cuaca baik mereka akan berterbangan kian kemari.
5). Nyamuk
Apabila di pagi hari mereka mengganggu atau menggigit kita, maka berarti
akan turun hujan.
Apabila pada matahari terbenam berterbangan kian kemari dan terbang
berduyun-duyun bertanda cuaca baik.
Apabila selalu terbang di tempat yang gelap/ di dalam bayang/bayang
bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.
6). Cacing
Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah
berbutir-butir di kebun, berarti akan turun hujan.
7). Lintah
Kita dapat
membuat barometer dari seekor lintah yang ditaruh dalam gelas berisi air, yaitu
: Bila lintah melekat pada gelas di atas permukaan air, maka bertanda cuaca
akan tetap membaik ; Apabila ia berdiam di dasar gelas bertanda cuaca buruk
dalam waktu yang lama ; apabila akan datangtopan maka ia akan melekat erat-erat
di gelas sedang ekornya digerak-gerakkan sekeras-kerasnya.
8). Siput
Pada cuaca
yang baik akan merayap dengan tenang, sedang pada cuaca buruk akan merayap
dengan cepat.
9). Ikan
Akan melompat-lompat di atas air
bila cuaca akan buruk.
10). Katak
Pada cuaca buruk akan berdiam dalam air dan pada cuaca baik mereka akan
duduk di tepi kolam.
Apabila pada malam hari cuacanya baik di musim kemarau mereka tidak
menyanyi maka cuaca buruk akan datang.
11). Ayam
Pada waktu hujan ayam akan berteduh. Bila hujan tidak
akan lama mereka akan tetap berjalan- jalan dan membiarkan dirinya kehujanan.
Apabila mereka selalu mencakar-cakar tanah berarti hujan akan datang.
12). Bebek / Angsa
Mereka nampak tidak senang dan selalu
menggigit bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan buruk.
13). Burung Kepinis
Pada waktu cuaca baik mereka akan terbang
tinggi sekali karena serangga tinggi pula terbangnya.
Apabila
terbang rendah sekali bertanda cuaca buruk akan hujan.
Bila cuaca
buruk di pagi hari maka mereka tidak akan keluar dari sarangnya.
14). Kambing
Apabila akan turun hujan bau badannya
dapat tercium dari jarak yang lebih jauh daripada ketika cuaca baik.
15). Kelelawar
Mereka
akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan baik pada malam hari itu.
Bila mereka berdiam di dalam goa maka
cuaca akan buruk.
16). Asap
Bila asap naik dengan tegak lurus dan
tinggi sekali maka cuaca pada hari itu akan tetap baik. Apabila asap naiknya mendatar dengan
tanah/rendah maka cuaca akan buruk.Burung
17. Gagak
Apabila
hujan akan turun mereka akan terbang berputar-putar di atas sarangnya.
Entri Populer
-
Posisi awal : Lingkaran besar anak bergandengan tangan . Aturan bermain : Dua orang dari regu A ditunjuk s...
-
Drama1 SAY NO TU DRUG Disebuah desa, tinggallah seorang anak yang nakal bernama codet. Setiap hari kerjaannya hanya mabuk dan me...
-
Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia a. Pengertian 1. Tuhan Yang Mahaesa telah menciptakan seluruh alam semest...
-
Posisi awal :Bebas. Lapangan di buat lingkarandengan garis tengah 10 m. Aturan bermain : Tunjuk seorang dari...
-
1. Penggunaan arti warna, Merah Putih di Indonesia. a. Dalam Sejarah Indonesia terbukti, bahwa bendera merah putih dikibarkan p...
-
Salam (Penghormatan) wajib dilakukan bagi semua anggota Pramuka. Salam adalah suatu perwujudan dari penghargaan seseorang kepada orang ...
-
SKK PENGGALANG WAJIB(PURWA) TKK BERKEMAH 1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus: a) sedikitnya sudah 3 kali mengikut...
-
Tujuan dari pembuatan peta panorama ini adalah untuk menggambarkan keadaan suatu daerah den...
-
Posisi awal : Lingkaran besar. Aturan bermain : Anak-anak bergandengaan dua-dua, muka belakang rapat, jarak p...
-
Ada tiga macam aba-aba yaitu : 1) Aba-aba petunjuk 2) Aba-aba peringatan 3) Aba-aba pelaksanaan 1. Aba-...